Beginilah Pujian Sahabat terhadap Lahirnya Nabi
12/24/2015
Rasulullah saw. adalah manusia mulia. Kemuliaan itu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Oleh karenanya banyak sekali syair-syair dari umat Islam dalam memuji suri teladan mereka sebagai bentuk rasa syukur atas diutusnya beliau.
Lalu, adakah pujian yang dilontarkan para sahabat Rasulullah saw. saat beliau masih hidup?
Maka dalam kesempatan ini, menarik pujian yang diungkapkan oleh sayyidina Abbas kepada Rasulullah saw.. Dalam pujian itu, sayyidina Abbas memuji lahirnya beliau ke dunia ini.
Diceritakan
bahwa Sayidina Abbas ra meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk memujinya,
maka Nabi pun mempersilahkan seraya berdoa agar lisan dan mulut Sayidina Abbas
ra senantiasa terjaga dari segala penyakit. Lalu Sayyidina Abbas pun membawakan
syairnya (qasidah):
قَبْلِهَا
طِبْتَ فِي الظِّلالِ # وَفِي مُسْتَوْدَعٍ حَيْثُ يُخْصَفُ الْوَرَقُ
Sebelum
turun ke bumi, engkau hidup nyaman di dalam naungan (surga). Dan dalam tempat
terlindung (sulbi Adam) ketika daun-daun (surga) dipetik (oleh Nabi Adam dan
Sayidatuna Hawa ketika pakaian keduanya terlepas, mereka memetik daun surga
untuk menutupi aurat)
ثُمَّ
هَبَطْتَ الْبِلادَ لا بَشَرٌ # أَنْتَ وَلا مُضْغَةٌ وَلا عَلَقُ
Lalu
engkau turun ke bumi (dalam sulbi Nabi Adam), sedang engkau belum berwujud
manusia, bukan pula janin mau pun `alak (segumpal darah sebelum menjadi janin)
بَلْ
نُطْفَةٌ تَرْكَبُ السَّفِينَ وَقَدْ # أَلْجَمَ نَسْرًا وَاهَلَهُ الْغَرَقُ
Tetapi
adalah nutfah. Engkau berada dalam perahu (Nabi Nuh) ketika Nasr (berhala kaum
Nuh) ditundukan dan para penyembahnya tenggelam.
تُنْقَلُ
مِنْ صَالِبٍ إِلَى رَحِمٍ # إِذَا مَضَى عَالِمٌ بَدَا طَبَقُ
Engkau
berpindah dari sulbi menuju rahim. Dari suatu generasi berlalu kepada generasi
yang lain.
حَتَّى
احْتَوَى بَيْتُكَ الْمُهَيْمِنُ # مِنْ خَنْدَفَ عَلْيَاءَ تَحْتَهَا النُّطْقُ
Sampai
dilingkup oleh kemulian keluargamu yang terjaga, berasal dari nasab tertinggi
di atas segala orang-orang mulia
وَأَنْتَ
لَمَّا وُلِدْتَ أَشْرَقَتِ الأَر # ضُ وَضَاءَتْ بنورِكَ الأُفُقُ
Dan
ketika engkau dilahirkan, Bumi bercahaya, Segala penjuru ufuk terang benderang
dengan cahayamu.
فَنَحْنُ
فِي الضِّيَاءِ وَفِي النّ # نُورِ وَسُبْلُ الرَّشَادِ نَخْتَرِقُ
Kami pun
kini berada dalam naungan cahaya dan sinar itu dan dalam jalan petunjuk kami
berlalu.
Hadits
ini diriwayatkan oleh al Hakim dalam Mustadrak (3/325), dan Athabrani dalam al
Mu`jam al Kabir (4/213) dan lainya.
