Kuraih 2 Surga saat Kutinggalkan Zina
11/18/2015
Telah kita ketahui bahwasanya zina adalah perbuatan
yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Di mana perbuatan itu akan membuat
seseorang terlena melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan sebelum adanya
ikatan yang halal. Namun, perkara ini sangat sulit dihindarkan, terutama di era
yang modern ini. Sebab, banyak sekali media yang menggoyahkan keimanan
seseorang untuk masuk ke dalam lubang kenistaan.
Padahal, salah satu larangan Allah ini merupakan pintu
keselamatan bagi diri kita sendiri, baik itu di dunia maupun di akhirat. Jika
kita mampu meninggalkan perbuatan keji itu, maka Allah telah memberikan
kebahagiaan yang tak terkira, jika dibandingkan dengan kenikmatan sementara
dari perbuatan zina. Inilah yang dirasakan oleh salah seorang laki-laki pada
masa Umar bin Khaththab.
Yahya bin Ayyub berkata, “Dahulu di Madinah ada seorang
pemuda yang membuat Umar bin Khaththab kagum. (Kisahnya): Pada suatu malam
pemuda ini berjalan pulang (ke rumah) setelah shalat Isya. Tiba-tiba, tampak
seorang wanita menghadang di hadapannya. Wanita itu menawarkan dirinya. Sang
pemuda itu pun tergoda oleh si wanita.
Lalu, wanita itu pun berlalu, dan si pemuda
mengikutinya, sampai akhirnya ia berada di depan pintu rumah wanita itu.
Tiba-tiba ia merasakan getaran dalam hatinya (karena takut kepada Allah). Dan
ia teringat firman Allah SWT, ‘Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila
mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu
juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya,’ (QS. Al-A’raf: 201).
Kemudian si pemuda itu jatuh pingsan. Si wanita
memperhatikannya, ternyata pemudai itu tampak seperti orang yang sudak mati.
Dia beserta seorang pembantu perempuannya berusaha menggotongnya (ke rumah
pemuda itu) sampai ke depan pintu rumahnya.
Lalu, keluarlah ayah di pemuda, dan ia melihat anaknya
tergeletak di depan pintu dalam kondisi seperti itu. Lalu, ia mengangkat dan
memasukannya (ke dalam rumah). Kemudian si pemuda siuman, lalu sang ayah
bertanya, ‘Apa yang telah menimpamu, hai anakku?’ Pemuda itu tidak memberitahu
ayahnya. Namun, ayahnya terus menerus bertanya, hingga akhirnya ia memberitahu
ayahnya.
Saat ia kembali membacakan ayat (yang terlintas dalam
ingatannya), tiba-tiba ia menarik nafas panjang. Dan bersamaan dengan itu
keluarlah ruhnya (meninggal).
Ketika Umar bin Khaththab RA mendengar cerita ini, ia
berkata, ‘Mengapa kalian tidak memberitahuku tentang kematiannya?’ Lalu, Umar
pergi menuju kuburannya, sambil berdiri ia berkata, ‘Hai Fulan ‘dan orang yang
takut saat menghadap Rabbnya, akan mendapat dua surga,’ (QS. Ar-Rahman: 46).
Tiba-tiba Umar mendengar suara dari dalam kubur itu,
‘Allah telah memberikan itu kepadaku, hai Umar,’ (Raudhah al-Muhibbin, hal.
479-780).
Kisah ini juga diriwayatkan dengan versi lain, yaitu
bahwa ada seorang pemuda pada masa Umar bin Khaththab RA yang selalu berada di
masjid dan beribadah. Lalu, ada seorang wanita yang jatuh cinta kepadanya, dan
si pemuda ini pun menginginkan di wanita itu. Tetapi akhirnya ia ingat dan
sadar.
Tiba-tiba ia merasa sesak nafas kemudian pingsan. Lalu
datanglah pamannya, maka pamannya membawa tersebut ke rumahnya. Manakala ia
telah siuman, ia berkata, ‘Hai paman, pergilah kepada Umar bin Khaththab,
sampaikan salamku padanya, dan tanyakan kepadanya, apakah balasan untuk orang
yang takut saat menghadap Tuhannya?’
Maka, disampaikanlah pesan tersebut kepada Umar. Lalu,
Umar datang untuk menjenguknya, namun ia sudah meninggal. Lalu, Umar berkata,
‘Kau akan mendapatkan dua surga’,” (Raudhan al-Muhibbin, hal. 481-482).
Sumber: Kisah-Kisah Nyata karya Ibrahim bin Abdullah
al-Hazimi. Darul Haq, Jakarta (islampos)